Home / Kriminal / Karyawan Butik Tertipu Oleh Seseorang Yang Mengaku Sebagai Bos Butik

Karyawan Butik Tertipu Oleh Seseorang Yang Mengaku Sebagai Bos Butik

Karyawan Butik Tertipu Oleh Seseorang Yang Mengaku Sebagai Bos Butik – Satu orang penduduk Sleman, DH (41) , ditangkap deretan Polda DIY pada 2 Juli waktu lalu. Dia diamankan lantaran menipu karyawan salah satunya butik di Yogyakarta. Dengan mengakui jadi sang bos butik, dia sukses menipu korban sampai beberapa ratus juta rupiah.

Direktur Reskrimsus Polda DIY Kombes Tony Surya Putra memperjelas penangkapan DH berasal dari laporan korban yg tertulis di LP/0184/III/2019/DIY/SPKT tertanggal 6 Maret 2019. Pergi dari laporan itu, polisi melaksanakan pengumpulan bukti-bukti.

” Seusai kita melakukan pengumpulan bukti-bukti, DH sukses kita tangkap di lokasi Yogyakarta, kebetulan ia penduduk Sleman. DH diamankan pada 2 Juli 2019, ” kata Tony dalam pertemuan wartawan di Lobi Polda DIY, Sleman, Senin (12/8/2019) .

Tony menuturkan, DH melaksanakan laganya melalui langkah meneruskan pesan singkat ke korban memanfaatkan nomer telpon baru. Dalam pesan itu DH mengakui jadi bos pada tempat korban kerja, ialah di Hamzah Batik, Yogyakarta.

Nyata-nyatanya korban mengakui pesan itu. Seusai korban teperdaya, DH tawarkan kerja sama buat buka upaya showroom atau tempat jual-beli kendaraan bermotor. Pemeran janji keuntungan showroom bakal dibagi dua.

” Seusai teperdaya, korban setelah itu dipakai oleh pemeran buat dapatkan uang. Bahkan juga atas permohonan pemeran, korban hingga berutang di koperasi kantor. Keseluruhan kerugian korban Rp 178. 500. 000, ” paparnya.

” Pemeran pun sembunyikan identitasnya dengan pinjam rekening orang buat terima uang dari korban. Pemeran didapati yaitu eks driver dan sisa karyawan yg dikeluarkan Hamzah Batik, ” susulnya.

Atas tingkah lakunya, saat ini DH terancam clausal 45A ayat 1 juncto Clausal 28 ayat 1 UU No 19 Tahun 2016 terkait Pergantian atas UU No 11 Tahun 2008 berkenaan sebarkan berita bohong serta menjerumuskan yg memberikan kerugian costumer dalam transaksi elektronik.

” Ancamannya (pemeran) dipenjara maksimum 4 tahun serta denda maksimum Rp 1 miliar. Pemeran terancam juga Clausal 378 KUHP terkait penipuan dengan ultimatum maksimum 4 tahun penjara, ” pungkas Tony.

About penulis77