Home / Berita Umum / Indonesia Masih Menjadi Pasar Narkoba

Indonesia Masih Menjadi Pasar Narkoba

Jakarta : Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan Indonesia masih tetap jadi maksud pasar narkoba. Ini tampak dari terbongkarnya masalah penyelundupan narkotika di Aceh serta Medan dalam kurun saat kurang dari dua minggu.

Tubuh Narkotika Nasional (BNN) serta Direktorat Jenderal Bea serta Cukai membongkar praktek peredaran narkoba type sabu serta ekstasi. Keseluruhan 110, 6 kg sabu serta 18. 300 butir ekstasi diambil alih.

Ani terperanjat dengan jumlah tanda bukti yang diambil alih polisi. Terlebih, menurut BNN, harga sekilo barang haram itu menjangkau Rp1 miliar.

” Jumlahnya semakin fantastis, ” tambah dia.

Penindakan berawal dari ada info orang-orang serta penyelidikan intelijen berkaitan ada penyelundupan narkotika yang dikerjakan oleh sindikat narkotika Aceh-Padang dari Malaysia ke lokasi perairan Aceh.

Dari laporan itu satu aktor berinisial MI, 27, di tangkap dengan tanda bukti 7, 2 kg sabu serta tiga bungkus ekstasi sejumlah 300 butir. Penyelidikan diperkembang serta tim menangkap AF, 28.

Tiga hari berselang, info kembali datang berkaitan ada transaksi narkotika di lokasi Batu Bara, Sumatera Utara. Petugas menangkap B, 43, yang didapati membawa dua bungkus sabu beberapa 1, 05 kg serta 1, 03 kg.

Berdasar pada info B, satu bungkus juga akan diserahkan pada seorang berinisial H, 33. Setelah itu tim menangkap H dengan tanda bukti sabu beberapa 1, 03 kg. Petugas juga menangkap S, 31, dengan tanda bukti sabu 2, 06 kg di daerah Tanjung Tiram, Sumatera Utara.

Dari penindakan di lokasi Sumatera Utara, petugas kembali menangkap DS, 47, yang didapati membawa 20 bungkus sabu beberapa 21, 22 kg.

Dua hari sesudahnya, petugas menangkap A, 26, sebentar sesudah bertransaksi narkoba di KM 12 Jalan Medan-Binjai. Dari info A, ada satu karung sabu yang juga akan diserahkan pada B, 39.

Dari info itu tim menangkap B di tepi Jalan Ujung Tol Balmera Medan dengan tanda bukti 31, 2 kg dan J, 41, di lokasi Yos Sudarso Medan.

Satu hari lalu tim kembali menangkap dua orang berinisial SA serta MA bersama tanda bukti berbentuk sabu Beberapa 15, 9 kg.

Kepala BNN Budi Waseso mengungkap, satu diantara tersangka telah 2 x dihukum mati. Tapi, senantiasa lolos di persidangan.

Dia menyebutkan hal semacam ini berlangsung karena lemahnya system hukum di Indonesia. ” Yang telah dihukum mati 2 x semestinya, tapi tidak dieksekusi-eksekusi. Oleh karena itu system hukum kita mesti diperbaiki, ” kata Budi.

Berkaitan penangkapan itu, tersangka diancam Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1), Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1), UU No. 35 th. 2009 mengenai narkotika dengan ancaman maksimum hukuman mati atau penjara seumur hidup.

About admin