Home / Berita Umum / Dalam Kasus Tabloid Indonesia Barokah, Kubu Prabowo-Sandi Yakin Ipang Wahid Diduga Terlibat

Dalam Kasus Tabloid Indonesia Barokah, Kubu Prabowo-Sandi Yakin Ipang Wahid Diduga Terlibat

Dalam Kasus Tabloid Indonesia Barokah, Kubu Prabowo-Sandi Yakin Ipang Wahid Diduga Terlibat – Tim Prabowo-Sandiaga menyelidik siapa pembuat tabloid Indonesia Barokah yang terakhir ditebar ke beragam masjid-masjid di Pulau Jawa. Tim oposisi terasa dirugikan dengan tabloid itu sebab dianggap berisi fitnah pada Prabowo serta Sandiaga.
Juru bicara Prabowo-Sandiaga, Andre Rosiade mengaku telah mengerjakan penyidikan sehubungan siapa dalang dibalik tabloid Indonesia Barokah. Ia lantas tangkap jejak digital dari Wakil Direktur Komunikasi Politik Team Kampanye Nasional Penggabungan Indonesia Kerja Jokowi-Ma’ruf, Irfan Wahid atau lebih diketahui dengan nama Ipang Wahid.

“Ipang Wahid pantas disangka berperan dalam tabloid Indonesia Barokah,” kata Andre waktu dihubungi merdeka.com, Minggu (27/1).

Andre menuturkan, tanda-tanda kesertaan Ipang Wahid yaitu menurut blog Indonesia Barokah. Ia menuturkan, blog itu waktu dikilas-balik bersangkutan dengan Ipang Wahid.

“Blog Indonesia Barokah serta Tabloid Indonesia Barokah memang dua soal yang tidak serupa, tetapi blog itu berisi video yang disebut produksi dari Ipang Wahid, itu jika blog, jika tabloid kita gak tahu,” jelas Andre.

Walau begitu, menariknya merupakan, logo Indonesia Barokah di blog ataupun di tabloid persis sama. Dari sini, dugaan kuat, tim Prabowo-Sandiaga menyaksikan baik tabloid serta blog dibikin oleh orang yang sama.

“Tetapi ada satu soal menarik yang mungkin diperlukan klarifikasi, logo di blog serta tabloid itu sama serta di blog jejak digital Ipang Wahid tampak, pantas disangka berperan Tabloid Indonesia Barokah,” tegas Andre.

Andre mengaku sudah memberikan laporan soal ini pada polisi. Tetapi dalam investigasinya, ada pendapat kesertaan Tim sukses Jokowi-Ma’ruf disana. Hingga ia mengharapkan polisi dapat lekas membeberkan perkara itu.

“Ipang Wahid pantas disangka terindikasi miliki jalinan dengan blog. Kita memang tak dapat tunjukkan siapa (dalang tabloid), tetapi jika blog itu jejak digital Ipang Wahid terasa sangat di blog,” tutup ia.

Sampai berita ini di turunkan, merdeka.com tengah berupaya minta klarifikasi dari Ipang Wahid. Tetapi, komunikasi yang coba dikerjakan belum pula mendapat tanggapan.

Tabloid Indonesia Barokah Penuh Fitnah Pada Prabowo

Andre lantas menyayangkan jikalau tim Jokowi menyaksikan isi kontent Tabloid Indonesia Barokah biasa saja. Menurutnya, tabloid itu bukan produk jurnalistik.

“Itukan bukan produk junalistik, kantor redaksinya saja abal-abal, masak judulnya memiliki kandungan fitnah, ujarnya ‘Prabowo berang wadah dipecah belah’, itukan banyak fitnah dalamnya fitnah, sampah serta hoax,” tegas Andre.

Ia lantas berprasangka buruk jikalau tim Jokowi membela Tabloid Indonesia Barokah, makin tampak terasa diuntungkan dari penyebaran tabloid itu.

“Jika TKN membela ya sebab peluang pantas disangka mereka berperan dalam tabloid ini,” kata Andre.

Bab pendapat Ipang Wahid berperan, ia lantas menanti klarifikasi dari yang mengenai. “Kami nantikan klarifikasi saudara Ipang Wahid, sebab pantas disangka beliau berperan ditambah lagi jejak digital di blog sukar dibantah, tolong ipang lekas klatifikasi,” tutup Andre.

TKN Jokowi-Ma’ruf menolak

Wakil Ketua TKN Abdul Kadir Karding menolak tim petahana berperan dalam pembuatan tabloid Indonesia Barokah itu. Walau demikian, Karding menyaksikan, isi dari tabloid itu bukan memiliki kandungan fitnah.

“Kami pertama tak mengetahui siapa yang menerbitkan tabloid Barokah serta sesudah kami baca dalamnya sebetulnya semua yang diungkapkan itu bukti. Jadi menurut saya hak kawan-kawan BPN jika ingin memberikan laporan itu ke Bawaslu,” kata Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma’ruf, Abdul Kadir Karding.

Selain itu, Juru bicara TKN Jokowi-Ma’ruf, Ace Hasan Syadzily, minta penyebaran tabloid tak dilarang. Lantaran, Bawaslu menjelaskan tabloid itu tak berunsur kampanye.

“Malah itu ajakan positif biar warga janganlah dipengaruhi hoax, fitnah, serta berita yang memecah iris sebab tersedianya politisasi SARA. Biarlah saja itu jadi sisi dari edukasi politik biar warga janganlah dibohongi dengan hoax, fitnah, serta kedengkian,” tegas Ace.

About admin