Home / Berita Umum / Ada Orang Tua Siswa Yang Setuju Dengan Pungutan Untuk Kemajuan Sekolah

Ada Orang Tua Siswa Yang Setuju Dengan Pungutan Untuk Kemajuan Sekolah

Ada Orang Tua Siswa Yang Setuju Dengan Pungutan Untuk Kemajuan Sekolah – Kepala sekolah (Kepsek) SMPN 2 Bandung Agus Deni Syaeful dikontrol Satgas Saber Pungutan liar Ja-bar lantaran dikira melalukan pungli (pungutan liar) pada orang-tua siswa buat pembuatan taman.

Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana mengemukakan pungutan bisa dilaksanakan apabila bekerjasama dengan komite sekolah serta atas perjanjian orang-tua siswa. Tetapi soal yg butuh diingat, tak bisa ada unsur tuntutan.

” Kebetulan saya ini ketua komite sekolah di SMAN 5 Bandung. Setahu saya yg mempunyai bentuk keikutsertaan itu mesti penyelarasan dengan komite, bila itu dilaksanakan bisa. Sepanjang tak mengikat serta tak ada relevansinya dengan nilai. Intina mah ikhlas, ridho, manga-mangga saja, ” kata Yana di Balai Kota Bandung, Selasa (19/2/2019) .

Yana mengemukakan perihal itu udah dirapikan dalam Permendikbud No 75 tahun 2016 yg didalamnya memperbolehkan keikutsertaan orang-tua dengan beberapa prosedur yg ada seperti bekerjasama dengan komite sekolah serta perjanjian orang-tua siswa.

” Bila mohon langsung ke orang-tua, itu tak bisa. Bila demikian menyalahi peraturan. Itu pengetahuan saya jadi komite sekolah, ” ujarnya.

Menurut Yana selayaknya banyak kepsek dapat ikuti peraturan yg ada. Dikarenakan buat membuat sekolah lewat keikutsertaan sangatlah ringan dilaksanakan apabila sesuai sama peraturan. Lebih apabila banyak orang-tua murid atau alumni perduli pada sekolah.

” Pokoknya mah ikuti peraturan saja. Bila ia (kepsek SMPN 2) salahi peraturan, itu tanggung jawab sendiri. Proses hukum, ” pungkasnya.

Menurut dia yang pasti dilarang itu, merupakan pungutan buat memperkaya diri. ” Tunjangan ASN di Kota Bandung sangat besar, ” jelasnya.

Seperti didapati, kepala sekolah SMP Negeri 2 Bandung ditangkap team Satgas Saber Pungutan liar Jawa Barat. Kepsek itu dikira mengerjakan pungli (pungutan liar) buat membuat taman di sekolah.

Kepsek itu ditangkap bersama-sama dua orang staf tata upaya SMPN 2 Bandung pada Senin (18/2) tempo hari. Mereka dikontrol dengan cara mendalam sehabis team Satgas Saber Pungutan liar terima laporan dari warga.

” Jadi kepala sekolah serta dua staf TU ia itu memohon sumbangan jalinan pembuatan taman SMPN 2 Bandung, ” kata Kepala Satgas Saber Pungutan liar Ja-bar AKBP Basman kala dilakukan konfirmasi detikcom pada Selasa (19/2/2019) .

Basman memaparkan proses pembuatan taman itu diinisiasi oleh pihak sekolah. Dalam pelaksanannya, pelaku Kepsek itu malahan memohon uang terhadap orang-tua murid.

Ia gak memaparkan detail bab tekhnis permohonan duwit itu. Tetapi ia menyebutkan ada uang Rp 500 ribu yg ditangkap dikira datang dari satu diantaranya orang-tua murid

About admin